Lengkara.

sepuluh mei dua ribu dua puluh.
untuk perasaan yang tak mau pergi dibawa waktu.
ini tahun ketiga ku.
mari bercerita tentang masa sulitku;
untuk melupakanmu.
usaha untuk menghapus rasaku,
dan usaha untuk mengikhlaskanmu.
namun perasaan itu tak kunjung luruh.
kau dan aku masih sama seperti dulu.
sama-sama terjebak pada masa itu.
kita selamanya begitu,
masih cinta tapi terlalu takut untuk kembali.
terlalu takut untuk sakit lagi.
terlalu takut kecewa untuk kesekian kali.
kita sama-sama tau
bahwa diam-diam kita saling merindu.
ingatan akan masa lalu,
hari-hari yang ku jalani denganmu,
nyanyian yang kau lantunkan untukku,
masih tersimpan di suatu tempat
dalam hatiku.
perpisahan seakan pilihan yang tepat.
karena hubungan yang tak lagi sehat.
karena sayang yang terlalu besar,
kita berakhir untuk saling mengikhlaskan.
kau pernah berkata padaku,
dalam obrolan santai itu.
kau bilang 'ini akan jadi kenangan indah.'
dan benar saja, indah namun menyesakkan.
menjadi sesak karena kau yang telah menghilang.
padamu sang puan pemilik sepasang mata indah
yang belum pernah ku tatap secara nyata.
sampai bertemu lagi di titik terbaik
menurut takdir.
pada paragraf ini, aku mengikhlaskanmu. 

Komentar

Posting Komentar