Postingan

Akhir Cerita

Tuan, aku telah mengikhlaskanmu seiring berjalannya waktu kini aku telah terbiasa tanpamu ada yang menyadarkan ku, Tuan. dia bilang, terkadang kita merindukan seseorang bukan berarti mengharapkannya kembali namun itu adalah suatu proses untuk mengikhlaskan suatu perpisahan dia benar, Tuan. untuk cerita cinta indah yang kita ukir bersama dan untuk seperangkat luka yang tercipta terimakasih, dan sampai jumpa

Usai

bagai helaan napas tertahan, pun rinduku tak tersampaikan. sampai disini, sudah ku akhiri. kau tak lagi dihati.

Kacau

bagaikan jiwa yg terpisah mati enggan hidup pun susah jiwanya telah lama direnggut waktu menyisakan kesunyian di setiap malam ingin sekali aku memelukmu puan namun tak diijinkan keadaan semesta seakan tak lagi merestui kita ia menjauhkanku dari semuanya tak ada lagi keramaian di jalan sana tak ada lagi gelak tawa di gedung sekolah tak ada lagi riuh ramai kepadatan kota semesta tahu manusia memang serakah selalu ingin kabur dari kesibukan namun tak rela jika dirumahkan semesta tahu seberapa liciknya manusia yang seolah melawan kebijakan  adalah suatu keharusan namun menyalahkan manusia lain  untuk menutupi kesalahan mereka yang tak bijak  dan selalu memberontak tapi tak suka di gertak tak pernah tahu sudah berapa hati yang retak retak karena kehilangan pekerjaan retak karena kehilangan kawan retak karena kehilangan orang tersayang terimakasih garda terdepan yang rela jauh dari keluarga agar tak ada lagi yang menangis kehilangan yang bekerja sia...

끝내다.

Tentang dua hati yang telah menyatu, namun harus berpisah karena salah satunya masih terbelenggu masa lalu. saling mencintai tapi tak sadar saling menyakiti. kini kau kembali dengannya, melanjutkan cerita yang belum usai sepenuhnya. semuanya telah berbeda, kita hanya sebatas pernah. aku yang dulu menjadi tokoh utama, kini hanya bisa melihatmu bahagia dan menepis tumpukan luka. tersenyum lirih seraya berkata, terimakasih karena telah mengisi walaupun tak lama.

Senandika

dan rinduku pun mampu memikul bumantara. sekarang ku biarkan terbenam seiring memudarnya sandyakala. cakrawala, memang tak menggariskan kita. kau adalah taksa yang bahkan tak peka akan renjana. elegi yang kau bawa beralih menjadi nestapa. kita telah berakhir; lengkara.

Lamunan

Pada semilir angin malam, Ada rindu yang tak tersampaikan Nyenyak tidurmu dalam lamunan Cerita lama yang masih terngiang Akan tetapi apa dia juga merindu? Semakin kau pikirkan, semakin kau terisak Ingatan masa itu sungguh masih membekas Luka itu harus segera kau akhiri Agar nanti kau bisa tersenyum lagi.

Menunggu Tanpa Temu

Tuan, tolong lekaslah pulang. luka hatiku, harus kau sembuhkan. bukan perkara mudah untuk melepas. bukan perkara sabar untuk merela. bukan perkara jenuh untuk melupa. Tuan, kau mengingatkan ku pada pertemuan, juga kepergian. pergimu hanya sepihak. tak adil, tapi aku tak berhak. Tuan, mungkin kita tak pernah jadi satu. tapi sadar kah kau tuan, bahwa tanpa kita sadari, kita telah berpadu. kita bahkan tak pernah merayu, tapi cinta itu tak semu. kita sama sama tau itu. Tuan, kita memang singkat, tapi cukup sakit. aku sudah tak kuat. rinduku terlampau berat.

In Another Life.

Anggap saja aku sedang berjalan sendirian remang-remang, didalam terowongan Lalu satu persatu kalian datang menghampiriku dengan cara indahnya masing-masing Terowongan itu tak lagi sunyi Gelak tawa bergema dimana-mana Tak lagi teringat isak tangis kemarin sore Kita semua berada dijalan yang sama Saling mengisi, dan menguatkan Panjang sekali terowongan itu tak lagi remang Dengan kalian, aku bisa melewati terowongan itu tanpa rasa cemas. Hingga sampai lah kita diujung perjalanan Apa yang kita temui selanjutnya? ya, jalan yang bercabang Namun kawan, kini jalanku tak lagi searah denganmu Jalanku disini masih panjang masih banyak yang ingin aku gapai Tapi kamu sudah sampai tujuan Tak apa Sungguh aku berterimakasih kepada kalian Karena telah menemaniku, walau akhirnya harus berpisah Aku senang pernah memiliki kalian dalam hidupku Aku sungguh berterimakasih karena kalian ada disampingku, dimasa-masa sulitku Walau kita tak lagi sejalan, setidaknya kita berada dibawah langit yang sama bukan? ta...

Lengkara.

sepuluh mei dua ribu dua puluh. untuk perasaan yang tak mau pergi dibawa waktu. ini tahun ketiga ku. mari bercerita tentang masa sulitku; untuk melupakanmu. usaha untuk menghapus rasaku, dan usaha untuk mengikhlaskanmu. namun perasaan itu tak kunjung luruh. kau dan aku masih sama seperti dulu. sama-sama terjebak pada masa itu. kita selamanya begitu, masih cinta tapi terlalu takut untuk kembali. terlalu takut untuk sakit lagi. terlalu takut kecewa untuk kesekian kali. kita sama-sama tau bahwa diam-diam kita saling merindu. ingatan akan masa lalu, hari-hari yang ku jalani denganmu, nyanyian yang kau lantunkan untukku, masih tersimpan di suatu tempat dalam hatiku. perpisahan seakan pilihan yang tepat. karena hubungan yang tak lagi sehat. karena sayang yang terlalu besar, kita berakhir untuk saling mengikhlaskan. kau pernah berkata padaku, dalam obrolan santai itu. kau bilang 'ini akan jadi kenangan indah.' dan benar saja, indah namun menyesakkan. menja...